Arsenal Menang atas Tottenham di WSL lewat Drama Penalti
Arsenal menang atas Tottenham di WSL dengan skor 2-1 dalam derby London Utara yang berlangsung dramatis. Kemenangan itu ditentukan oleh penalti kontroversial Alessia Russo pada babak kedua, setelah Arsenal sempat tertinggal lebih dulu akibat gol kepala Cathinka Tandberg. Hasil ini menjadi kemenangan kedua Arsenal di musim WSL sekaligus meredakan tekanan yang menggunung pada tim asuhan Renée Slegers.
Laga digelar di Tottenham Hotspur Stadium yang diguyur hujan lebat. Bagi Arsenal, comeback ini terasa seperti oase setelah lima pertandingan tanpa kemenangan, sementara bagi Tottenham keputusan wasit menjadi sorotan utama. Manajer Tottenham, Martin Ho, mempertanyakan interpretasi aturan handball yang berujung pada gol penentu, sehingga kemenangan Arsenal tetap menyisakan perdebatan.
Jalannya Laga: Arsenal Menang atas Tottenham di WSL 2-1
Arsenal tampil sedikit goyah pada menit-menit awal, tetapi kemudian menemukan ritme dan mulai menguasai bola. Meski begitu, masalah lama kembali muncul: mereka sulit menciptakan peluang bersih dan sering kehilangan penguasaan bola melalui umpan yang terlalu jauh. Tottenham justru membuka keunggulan dari situasi corner pada babak pertama, memanfaatkan kelengahan lini belakang Arsenal.
Victoria Pelova mengirim bola ke kotak penalti dan Tandberg menyundul lebih tinggi dari Georgia Stanway serta Emily Fox, yang gagal melompat untuk menghalau. Keunggulan Spurs tidak bertahan lama karena Stanway menebus kesalahannya empat menit kemudian. Ia menyambut umpan cut back Russo dan menaklukkan kiper dengan tembakan yang membentur mistar gawang sebelum masuk.
Memasuki babak kedua, Tottenham mendapat pukulan ketika Alice Sombath mengalami cedera saat berusaha menjangkau bola. Rekrutan termahal klub itu harus meninggalkan lapangan dengan tandu dan digantikan oleh Ella Morris, yang baru kembali dari cedera ligamen anterior cruciate pada akhir musim lalu. Setelah jeda panjang, Russo hampir mencetak gol, tetapi tembakannya dari jarak dekat masih bisa diselamatkan Lize Kop. Russo terlihat frustrasi, menutup wajah dengan tangan dan berteriak.
Kekecewaan itu berubah menjadi kegembiraan tak lama kemudian. Corner dari Kyra Cooney-Cross disundul Leah Williamson di tiang dekat, lalu tembakan Lisa Baum membentur tiang. Bola clearance Tottenham kemudian mengenai lengan Morris yang terangkat, dan wasit menunjuk titik putih. Russo mengecoh Kop dan melepaskan tembakan rendah ke sudut gawang, memastikan keunggulan yang bertahan hingga peluit akhir.
Kontroversi Penalti yang Menentukan
Keputusan wasit memberikan penalti menjadi pusat perdebatan setelah pertandingan. Martin Ho menilai bola yang mengenai lengan Morris tidak seharusnya berbuah penalti karena jarak pemain sangat dekat dengan titik pantulan bola. Ia merujuk pada pemahaman aturan yang diberikan kepada klub pada awal musim, di mana waktu dan jarak harus diperhitungkan ketika bola mengenai pemain setelah menyentuh rekan setim.
Menurut Ho, ia ingin memahami penjelasan wasit agar bisa menerima keputusan. Namun, ia menegaskan bahwa pertandingan seharusnya tidak ditentukan oleh kontroversi semacam itu. Ia menyebut keputusan tersebut membuat frustrasi karena dianggap tidak sesuai dengan hukum permainan. Pernyataan ini menunjukkan kekecewaan Tottenham meski mereka tampil kompetitif di laga derby.
Di sisi lain, Renée Slegers memilih menyoroti perjuangan timnya. Ia mengaku senang bisa memberikan kemenangan kepada para pendukung yang terus bernyanyi dan mendukung sepanjang pertandingan. Menurutnya, akhir pertandingan berlangsung berantakan dan penuh skenario game management, tetapi semua itu berjalan sesuai keinginan Arsenal.
Tekanan pada Slegers dan Makna Kemenangan
Kemenangan ini datang pada waktu yang tepat bagi Slegers. Tekanan terhadap dirinya dan para pemain meningkat setelah lima pertandingan tanpa kemenangan, sehingga hasil di markas Tottenham terasa seperti pelepas beban. Slegers menyebut timnya sempat kehilangan perlawanan, tetapi di laga ini mereka menunjukkan karakter yang dibutuhkan.
Ia menegaskan bahwa kemenangan akan memberi energi baru bagi Arsenal. Meski begitu, Slegers tidak ingin timnya berpuas diri dan menuntut konsistensi pada beberapa pertandingan berikutnya. Menurutnya, hasil ini harus menjadi pijakan untuk kembali meraih hasil positif, bukan sekadar kemenangan sesaat.
Bagi Arsenal, kemenangan kedua di musim WSL ini juga memperlihatkan bahwa mereka masih mampu bangkit meski performa belum stabil. Masalah dalam menciptakan peluang dan memanfaatkan penguasaan bola masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, semangat comeback di laga derby bisa menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri.
Dampak bagi Arsenal dan Tottenham ke Depan
Hasil ini membawa Arsenal ke posisi yang lebih baik secara mental, terutama setelah rentetan hasil buruk. Kemenangan di derby London Utara, apalagi di kandang lawan dan dalam kondisi hujan, memberi suntikan moral tersendiri. Slegers berharap momen itu bisa mengubah arah musim timnya.
Tottenham harus menerima kekalahan meski sempat memberi perlawanan. Cedera Sombath menjadi kekhawatiran tambahan, terlebih ia merupakan rekrutan termahal klub. Kembalinya Morris dari cedera juga diwarnai insiden kontroversial yang membuat laga berakhir dengan rasa kecewa.
Dalam konteks WSL, insiden handball seperti ini kembali memunculkan diskusi tentang konsistensi penafsiran aturan. Keputusan wasit yang menentukan hasil pertandingan selalu menjadi sorotan, terutama ketika terjadi di laga derby yang panas. Arsenal dan Tottenham kini harus mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya dengan pelajaran masing-masing.
Secara keseluruhan, Arsenal pantas menyesali proses yang berantakan tetapi tetap mendapat hasil yang mereka butuhkan. Penalti Russo menjadi pembeda, sementara Tottenham merasa dirugikan oleh keputusan wasit. Kemenangan ini belum sepenuhnya menghapus masalah permainan Arsenal, tetapi setidaknya memberi Slegers dan para pemain ruang untuk bernapas. Bagi Tottenham, tantangannya adalah bangkit dari kekecewaan dan menjaga performa di tengah jadwal yang padat.
