|

Penalti Kontroversial Tielemans Antar Belgia Comeback Dramatis Atas Senegal

Drama 124 Menit: Kemenangan Comeback Dramatis Belgia

Penalti kontroversial Youri Tielemans menjadi penentu comeback dramatis Belgia atas Senegal di babak 16 besar Piala Dunia. Gol yang dicetak pada menit ke-124 dan 44 detik itu tercatat sebagai gol terakhir dalam sejarah ajang empat tahunan ini. Kemenangan ini mengantar Belgia ke perempat final, setelah sempat tertinggal 2-0 dan nyaris kalah.

Senegal, yang sebelumnya dirundung ketidakadilan di final Piala Afrika, kembali harus menerima kekalahan pahit. Wasit Said Martínez memutuskan meninjau VAR setelah Lamine Kamara menjatuhkan Tielemans di kotak penalti. Wasit asal Honduras itu menunjuk titik putih, dan Tielemans sukses menjalankan tugasnya dengan tenang di bawah tekanan besar.

Dari Ketertinggalan 2-0 Menuju Kemenangan

Belgia tertinggal dua gol setelah Ismaïla Sarr mencetak gol indah pada babak kedua. Namun, mentalitas baja tim besutan Rudi Garcia mulai terlihat saat Romelu Lukaku mencetak gol pada menit ke-86. Tielemans kemudian menyamakan kedudukan dengan sundulan berani pada menit ke-89, memanfaatkan umpan silang akurat Leandro Trossard.

Petualangan comeback dramatis Belgia berlanjut di perpanjangan waktu. Meski Senegal sempat unggul, Belgia terus menekan hingga akhirnya mendapat hadiah penalti di detik-detik terakhir. Tielemans yang juga menjadi pencetak gol penyeimbang tampil sebagai pahlawan dengan tendangan penalti dingin.

Peran Penting Pemain Pengganti

Keputusan Garcia menarik Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku pada babak kedua menjadi titik balik. Masuknya Romelu Lukaku sejak awal babak kedua, serta Nico Raskin dan Dodi Lukebakio, mengubah ritme permainan. Lukaku memaksa bek Senegal melakukan kesalahan, sementara Tielemans dan Trossard mulai mendominasi lini tengah.

Lukebakio, yang masuk menggantikan Doku, langsung memberikan ancaman di sisi sayap. Ia nyaris mencetak gol sebelum pelanggaran terhadap Tielemans terjadi. Romelu Lukaku, yang menjadi kapten di lapangan, juga berperan sebagai penenang saat Tielemans dan Trossard sempat berselisih paham saat jeda minum.

Mentalitas Garcia: Agresivitas dan Keyakinan

Rudi Garcia mengakui bahwa timnya perlu lebih garang dan agresif untuk memenangi pertandingan. “Saya suka melihat mereka bertengkar – kami butuh kegigihan seperti itu di lapangan,” ujarnya. Garcia menegaskan bahwa Belgia bisa menjadi tim yang lebih baik jika terus mempertahankan sikap tersebut.

Pelatih asal Prancis itu juga menekankan pentingnya keyakinan. “Sepak bola adalah emosi – tidak pernah kalah, Anda harus selalu percaya,” katanya. Garcia menyebut perselisihan antara Tielemans dan Trossard justru menjadi katalis kebangkitan timnya.

Kekecewaan Senegal dan Respons Pelatih

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, enggan mengkritik kepemimpinan wasit meski merasa timnya dirugikan. “Ini kekalahan yang kejam. Kami unggul 2-0, tapi pertandingan tidak berakhir di menit ke-85. Belgia bangkit dan kami tidak mampu menghadapinya,” ujarnya. Thiaw, yang pernah membawa Senegal menang di Piala Dunia 2002, harus menerima kenyataan pahit.

Lamine Kamara, yang melakukan pelanggaran, keluar lapangan dengan wajah tertutup jersey dan menangis histeris. Para pemain Belgia, sebaliknya, merayakan kemenangan dramatis ini dengan penuh suka cita. Kiper Thibaut Courtois juga layak dipuji setelah menggagalkan peluang emas Sadio Mané di menit-menit akhir waktu normal.

Kesimpulan: Comeback Dramatis yang Tak Terlupakan

Comeback dramatis Belgia atas Senegal ini menjadi salah satu laga paling menegangkan di Piala Dunia. Penalti kontroversial Tielemans tidak hanya mengubah nasib Belgia, tetapi juga mengukuhkan namanya dalam sejarah turnamen. Belgia kini akan menghadapi Amerika Serikat di perempat final, dengan modal kepercayaan diri yang melonjak berkat kebangkitan heroik ini.

Similar Posts