|

Deschamps: Prancis Tak Ubah Gaya Menyerang Hadapi Swedia

Didier Deschamps, pelatih kepala timnas Prancis, menegaskan bahwa Prancis lawan Swedia di babak 32 besar Piala Dunia tetap akan dimainkan dengan pendekatan ofensif yang sama seperti di fase grup. Ia menyebut timnya memiliki “kapasitas untuk menciptakan bahaya” dan ingin mempertahankan kekuatan itu.

Deschamps Kembali ke Tim Usai Duka Keluarga

Deschamps baru saja bergabung kembali dengan skuad pada Jumat lalu setelah mengambil cuti karena kepergian ibunda tercinta minggu sebelumnya. Ia mengaku “baik untuk tetap sibuk” selama masa berduka. Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luar biasa dari para pemain dan staf, yang menurutnya menjadi bukti eratnya ikatan di tim Prancis lawan Swedia musim panas ini.

“Kami sudah diberi label sebagai favorit sejak awal, dan setelah penampilan di tiga laga terakhir, status itu tidak hilang,” kata Deschamps. “Tapi sekarang semuanya kembali ke titik awal. Kami sedang mempersiapkan diri untuk turnamen di dalam turnamen. Kami harus menghadapi tim yang tidak punya beban dan bisa memberi kami masalah. Kami percaya diri, bukan terlalu percaya diri, tapi dari segi niat, kami akan melanjutkan apa yang sudah kami capai di grup.”

Kapasitas Menyerang yang Berbahaya

Selama fase grup, Prancis lawan Swedia mencatatkan 10 gol, meski Deschamps mengakui timnya juga kebobolan terlalu banyak peluang. “Kami bisa mencetak lebih banyak. Tapi saya sadar beberapa orang mungkin bertanya: bisakah kami bertahan dengan cara seperti ini? Namun kami melakukannya empat tahun lalu, dan tim lain juga melakukan hal yang sama. Saat menguasai bola, kami tidak punya masalah; saat tidak menguasai, kami harus efisien. Tapi kami punya kapasitas untuk menciptakan bahaya, itu adalah kekuatan, dan saya ingin mempertahankannya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Prancis lawan Swedia tidak akan mengubah filosofi menyerang. Tim asuhannya dikenal agresif dan cepat dalam transisi, dan Deschamps yakin pendekatan ini tetap efektif meski lawan memiliki fisik tangguh.

Dukungan Pemain untuk Deschamps

Adrien Rabiot, gelandang andalan Prancis, mengungkapkan bahwa kepergian ibu Deschamps menjadi pukulan berat bagi seluruh tim. “Saat ia mengumumkan kabar itu … itu mengejutkan,” ujar Rabiot. “Tidak mudah berduka dalam kondisi seperti ini, tapi ini sepak bola, kami punya Piala Dunia dan begitulah adanya. Ia kembali dengan tekad untuk melaju sejauh mungkin. Kami bersatu, kami tahu apa yang ia lalui, dan kami akan berusaha memberinya sesuatu untuk bergembira. Itu yang paling bisa kami lakukan.”

Swedia: Lawan Solid dengan Ancaman Kelas Dunia

Menjelang Prancis lawan Swedia, Deschamps memberikan pujian kepada tim asuhan Graham Potter. Menurutnya, Swedia adalah tim yang solid dengan para penyerang kelas dunia. “Mereka sangat fisik dengan kemampuan bagus, dan di lini depan ada banyak kualitas. Mereka memiliki dua pemain tengah yang baik, set-piece, dan lemparan ke dalam jarak jauh. Mereka tim yang solid. Lihat saja tiga penyerang mereka — mereka pemain yang sangat bagus dan bermain di klub-klub besar,” papar Deschamps.

Kondisi Pemain Prancis

Prancis hampir tanpa masalah cedera menjelang laga ini, yang merupakan pertandingan kedua dalam lima hari. Striker Marcus Thuram dipastikan tidak fit karena masalah otot ringan, sementara N’Golo Kanté kemungkinan hanya akan duduk di bangku cadangan. William Saliba masih dalam penanganan cedera punggung. Namun Deschamps tidak meragukan bek kuncinya itu. “Semuanya diatur sehingga ia hanya melakukan apa yang seharusnya. Ia tidak 100%, tapi kalau 99% saja, itu sudah bagus,” ucapnya.

Graham Potter: Kami Harus Mainkan Laga Terbaik

Pelatih Swedia, Graham Potter, mengakui bahwa timnya harus “memainkan laga terbaik dalam hidup mereka” untuk bisa mengalahkan Prancis. “Mereka memiliki kualitas di semua lini, baik starter maupun pemain pengganti. Kami sangat menghormati lawan, kualitas individu di tim itu, pencapaian mereka, dan fakta bahwa mereka memiliki pelatih yang fantastis. Jadi kami tahu tantangan menarik apa yang menanti. Kami harus memainkan laga terbaik, jelas, tapi para pemain dalam kondisi yang sangat baik,” ujar Potter.

Potter berulang kali menekankan sisi positif menjelang pertandingan dan menolak anggapan bahwa timnya punya sesuatu untuk dibuktikan, meski harus kehilangan bek Alexander Hien karena cedera hamstring. “Sejujurnya, posisi kami sekarang dibandingkan sebelumnya adalah peluang besar. Tim ini sudah memberi saya kenangan indah yang akan selalu saya syukuri. Kekuatan terbesar kami adalah kebersamaan, dan kami berjuang setiap hari untuk terus meningkat. Kami melawan salah satu tim terbesar di dunia, dan bagi saya perasaannya hanya kegembiraan,” tutup Potter.

Pertandingan Prancis lawan Swedia ini menjadi ujian nyata bagi kedua tim. Prancis datang dengan status favorit dan gaya menyerang yang tak berubah, sementara Swedia mengandalkan kebersamaan dan determinasi untuk menciptakan kejutan. Semua mata akan tertuju pada bagaimana kapasitas bahaya Prancis berhadapan dengan soliditas Swedia di babak knock-out Piala Dunia.

Similar Posts