Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol Lolos ke 16 Besar usai Hajar Austria 3-0
Spanyol Tampil Meyakinkan dan Lolos ke Babak 16 Besar
Spanyol akhirnya menunjukkan tajinya di Piala Dunia. Dalam laga penentu grup, Spanyol lolos ke 16 besar setelah menekuk Austria dengan skor telak 3-0. Dua gol dari Mikel Oyarzabal dan satu dari Pedro Porro memastikan kemenangan yang sangat dinanti-nantikan. Pelatih Luis de la Fuente menyebut penampilan timnya “hampir sempurna” seusai pertandingan.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah pertama kalinya Spanyol meraih kemenangan di fase gugur sejak menjadi juara pada 2010. Dengan hasil ini, Spanyol lolos ke 16 besar untuk berhadapan dengan Portugal atau Kroasia. Suasana di stadion yang cerah dan penuh semangat seolah menjadi saksi kebangkitan La Furia Roja.
Dominasi Sejak Peluit Pertama
Sejak menit awal, Spanyol sudah menunjukkan intensitas tinggi. Lamine Yamal hampir mencetak gol dalam 59 detik pertama, sebagai isyarat bahwa Spanyol datang untuk menyerang. Austria yang mencoba menekan tinggi justru memberi ruang bagi Spanyol untuk memainkan bola cepat. Kombinasi umpan-umpan pendek dan pergerakan sayap membuat Austria kerepotan.
Konrad Laimer dan Lamine Yamal terlibat duel sengit di sisi lapangan. Namun, peluang demi peluang lebih banyak diciptakan Spanyol. Dani Olmo melepaskan tembakan voli yang secara tidak sengaja diblok Oyarzabal, sementara Laporte menyundul bola di atas mistar. Peluang terbaik Austria di babak pertama datang dari umpan silang indah Marcel Sabitzer yang nyaris dimanfaatkan Michael Gregoritsch.
Gol yang Tertunda Namun Pasti
Spanyol terus menekan. Pada menit ke-36, akhirnya tembok Austria jebol. Marc Cucurella mengirim umpan rendah dari sisi kiri, dan Mikel Oyarzabal dengan tenang menyontek bola masuk ke gawang. Gol ini menjadi awal dari keunggulan yang tak terbantahkan. Sebelumnya, Spanyol sempat mencetak gol dari tendangan Cucurella, tetapi dianulir wasit karena dianggap mengganggu kiper. Keputusan itu kontroversial, namun Spanyol tidak patah semangat.
Di babak kedua, Austria mencoba bangkit. Namun, pertahanan Spanyol yang solid, dipimpin duo bek tengah Pau Cubarsí dan Aymeric Laporte, mampu meredam serangan balik Austria. Unai Simón pun mencatatkan rekor baru dengan clean sheet keempat beruntun, memecahkan rekor Iker Casillas di Piala Dunia 2010.
Gol Penutup yang Manis
Pada menit ke-66, Pedro Porro memastikan kemenangan Spanyol dengan sundulan keras memanfaatkan umpan balik Álex Baena. Gol ini membuat Austria semakin terpuruk. Spanyol lolos ke 16 besar semakin jelas setelah Oyarzabal mencetak gol keduanya di menit ke-89. Gol tersebut lahir dari pergerakan cepat yang dimulai dari kiper Unai Simón hingga berakhir di kaki Oyarzabal yang dengan tenang melewati kiper.
Statistik berbicara: Spanyol menguasai 64% penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan, 10 di antaranya tepat sasaran. De la Fuente memuji semangat timnya yang tampil intens, tajam, dan dominan. “Tim besar tampil saat dibutuhkan,” katanya. Sementara pelatih Austria, Ralf Rangnick, mengakui keistimewaan lawannya yang sulit dilawan selama 90 menit.
Kesimpulan: Kembalinya Identitas Spanyol
Kemenangan ini menandai kebangkitan Spanyol sebagai tim yang kembali memainkan sepak bola khas mereka: penguasaan bola, pergerakan cepat, dan kerja sama tim. Spanyol lolos ke 16 besar dengan modal kepercayaan diri tinggi. Penampilan apik Oyarzabal, Porro, dan Cucurella menjadi bukti bahwa skuad arahan De la Fuente siap bersaing di babak selanjutnya. Piala Dunia sesungguhnya baru dimulai sekarang.
