|

Thomas Partey di Sorot Sebelum Menghadapi Inggris dan Mantan Sahabat Arsenal

Pertandingan Inggris vs Ghana yang akan berlangsung pada Selasa ini menarik perhatian publik, mengingat Thomas Partey, mantan pemain Arsenal, menjadi bagian dari skuad. Partey sekaratnya membuat situasi menjadi kompleks, terutama dengan adanya kasus penganiayaan seksual dan pelecehan seksual yang dituduhkannya.

Menurut Federasi Bolapada (FA), selama upacara pra-pertandingan, pemain diharuskan saling menyapa satu sama lain. Namun, FA memberikan kebebasan kepada para pemain Inggris untuk memutuskan apakah mereka ingin berbagi tangan dengan Partey.

Partey akan menjadi lawannya kembali, dan ia memiliki dua mantan rekan tim, Declan Rice dan Bukayo Saka, dalam skuad ini. Namun, bagi beberapa orang, tangan saling menepuk mungkin terasa tidak nyaman. Partey sedang menjalani persidangan penuntutannya di Pengadilan Agung Southwark pada tahun depan sehubungan dengan lima kasus penganiayaan seksual dan satu kasus pelecehan seksual.

Partey menyangkal semua tuduhan, dan hukumnya mengatakan bahwa Partey mendapat kesempatan untuk membuktikan keluhannya. Namun, Partey tidak bermain dalam pertandingan awal Inggris melawan Panama pada Kamis lalu karena alasan yang berbeda. Ia dilarang masuk ke Kanada karena permohonan visa-nya menipu.

Partey sekarang bisa main kembali setelah AS memberikannya visum untuk pertandingan di Boston, namun situasi ini tentu saja menjadi sorotan publik. Jepang juga memiliki pemain yang terlibat dalam kasus serupa. Midfielder Kaishu Sano dilarang masuk ke Jepang karena kasus penganiayaan seksual berlumpur di kota Tokyo.

Morocco’s Achraf Hakimi, yang akan bertanding melawan Skotlandia pada hari Jumat, juga tengah menghadapi persidangan untuk penyelewengan wanita. Hakimi menyangkal tuduhan, dan beberapa detail kasusnya diterangkan berdasarkan laporan dari koran.

Di Ghana, Partey mendapatkan dukungan dari pelatih Carlos Queiroz, mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United. Queiroz percaya Partey harus dinilai bersalah setelah melakukan penyidikan secara hukum. Namun, Partey pernah menipu pihak imigrasi dengan menyatakan dia tidak pernah terlibat dalam kasus kejahatan sebelumnya.

Partey dibiarkan tinggal di base latihan timnya di Rhode Island sementara rekan-rekannya berangkat ke Boston. Meskipun Ghana menang dramatis 1-0 melawan Panama, Partey masih ditertawakan oleh media dan petinggi GFA atas kesalahan yang dilakukannya.

FA Inggris dan FA sejalan dengan pendapat bahwa mereka tidak boleh memberikan posisi pihak ketiga dalam kasus Partey. Sejumlah ahli hukum setuju, mengatakan akan berbahaya jika FA membuat pernyataan yang mungkin mempengaruhi persidangan Partey.

Inggris sendiri tidak diharapkan untuk memboikot tangan saling menepuk dengan Partey. Sebagian besar pemain Inggris menganggap ritual ini sebagai formalitas dan bukan sesuatu yang penting.

Untuk kesimpulannya, kasus Partey memberikan pelajaran penting tentang tanggung jawab organisasi dalam menangani isu-isu sensitif dan bagaimana keputusan yang dibuat dapat mempengaruhi reputasi tim.

Kesimpulan

Pertandingan antara Inggris vs Ghana akan menjadi acuan penting bagi Thomas Partey, seorang mantan pemain Arsenal yang dituduh dengan kasus penganiayaan seksual. Meskipun mempertahankan sikap netral dan profesional, situasi ini tetap menimbulkan kontroversi dan membuat pertandingan sangat menarik untuk disaksikan.

Similar Posts