|

Gol Jhon Arias Antar Kolombia ke 16 Besar, Ghana Tersingkir

Babak 16 Besar: Gol Jhon Arias Jadi Penentu

Kolombia berhasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia setelah mengalahkan Ghana dengan skor tipis 1-0. Gol Jhon Arias pada babak pertama menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Vancouver itu. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Ghana di turnamen.

Pertandingan ini menjadi spesial bagi Kolombia karena mereka harus menghadapi Ghana yang dikenal memiliki sejarah sengit di Piala Dunia, terutama terkait momen kontroversial Luis Suárez pada 2010. Namun kali ini, Luis Suárez versi Kolombia (bukan pemain Uruguay) justru menjadi aktor penting dengan memberikan assist kepada Jhon Arias.

Soccer Football – Saudi Pro League – Al Nassr v Al Fayah – Al-Awwal Park, Riyadh, Saudi Arabia – February 7, 2025 Al Nassr’s Jhon Duran celebrates scoring their second goal REUTERS/Stringer

Jalan Pertandingan: Dominasi Kolombia

Peluang Awal Ghana dan Cedera Pemain

Ghana sebenarnya memulai laga dengan percaya diri. Hanya dalam dua menit pertama, gelandang Thomas Partey nyaris membuka skor lewat tembakan yang meleset tipis dari gawang. Namun, nasib buruk menghampiri Kolombia ketika penyerang utama mereka, Jhon Córdoba, harus ditarik keluar karena cedera hamstring setelah benturan dengan Jerome Opoku. Pelatih Néstor Lorenzo pun memasukkan Luis Suárez—pemain yang sempat mencuri perhatian di Portugal—sebagai pengganti.

Tak lama berselang, Ghana juga kehilangan Marvin Senaya akibat insiden dengan Luis Díaz. Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, mengakui bahwa pergantian tersebut mengganggu organisasi tim yang sebelumnya solid saat menahan imbang Inggris di fase grup. “Saat Senaya keluar, tim tidak lagi memiliki disiplin dan organisasi yang sama,” ujarnya.

Gol Jhon Arias yang Memecah Kebuntuan

Momen kritis terjadi pada menit ke-20. Luis Suárez yang baru masuk mampu memanfaatkan ruang kosong di sisi kanan. Setelah dua kali mencoba mengirim umpan, ia akhirnya menemukan Jhon Arias yang berdiri bebas di tiang jauh. Arias dengan tenang menyontek bola ke gawang, membuat kiper Ghana, Lawrence Ati-Zigi, tak berkutik. Pemain remaja Ghana, Caleb Yirenkyi, menjadi pihak yang paling bertanggung jawab karena kehilangan kawalan terhadap Arias.

Gol ini menjadi bukti bahwa Kolombia mampu memanfaatkan peluang meski baru saja kehilangan striker andalannya. Sejak saat itu, Kolombia semakin percaya diri menguasai permainan.

Analisis: Kelemahan Ghana Tanpa Kudus

Tanpa bintang Tottenham, Mohammed Kudus, yang absen karena cedera, lini serang Ghana tampil tumpul. Sepanjang pertandingan, mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Queiroz, yang melatih di Piala Dunia untuk kelima kalinya, mengakui timnya kekurangan kreativitas di lini depan. “Apa selanjutnya bagi saya? Saya akan minum segelas air, bersantai, dan mulai memikirkan keputusan lain,” katanya usai laga.

Ghana juga tidak pernah memenangi pertandingan melawan negara Amerika Selatan di Piala Dunia (kalah dari Brasil 2006, Uruguay 2010, dan kini Kolombia). Mereka terlihat kesulitan saat tertinggal dan harus mengejar ketertinggalan. Beberapa kali Colombia fans mencemooh permainan Ghana yang enggan mengirim umpan ke depan.

Pelatih dan Pemain Berbicara

Manajer Kolombia, Néstor Lorenzo, yang sebelumnya menjadi bagian dari tim Argentina yang kalah di final 1990, merasa bangga dengan pencapaian timnya. “Ini turnamen yang sangat berat dengan suhu berbeda dan banyak perjalanan—logistik yang sulit bagi semua orang,” ujarnya. Lorenzo optimis timnya bisa melaju jauh, bahkan mungkin berjumpa Argentina di perempat final jika mampu melewati Swiss pada laga berikutnya.

Sementara itu, Jhon Arias sendiri percaya diri. Pemain yang sempat menjalani masa sulit di Wolverhampton Wanderers awal musim lalu sebelum pindah ke Palmeiras itu mengatakan, “Kami memiliki kemampuan untuk bermimpi, untuk percaya, bahwa kami bisa mencapai final. Langkah pertama adalah bermimpi dan percaya bahwa itu mungkin.”

Kesimpulan: Kolombia Siap Melaju Lebih Jauh

Kemenangan ini membawa Kolombia ke babak 16 besar untuk berhadapan dengan Swiss pada Selasa di Vancouver. Jika melihat performa yang ditunjukkan, tim besutan Lorenzo layak diunggulkan. Pertahanan kokoh, serangan balik cepat, dan ketajaman Jhon Arias menjadi senjata utama mereka. Sementara bagi Ghana, perjalanan mereka terhenti lebih awal, namun pengalaman bermain di babak

Similar Posts