Pratinjau Hull City Premier League 2026-27: Juru Kunci?
Hull City diprediksi menjadi juru kunci alias finis di posisi ke-20 pada Premier League 2026-27, berdasarkan rata-rata prediksi para penulis Guardian. Prediksi ini bukan tanpa alasan, mengingat perjalanan Hull City musim lalu di Championship jauh dari mulus. Kini, tim asuhan Sergej Jakirovic harus bersiap menghadapi kerasnya kompetisi di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Kebangkitan Hull City menuju Premier League 2026-27 memang layak disebut kejutan besar. Tim ini memulai musim lalu sebagai kandidat degradasi dari Championship dan bermain di bawah embargo transfer sepanjang musim. Lebih parah lagi, mereka kebobolan 66 gol di liga, catatan terburuk keempat di divisi tersebut. Meski demikian, kemenangan di final playoff Championship melawan Middlesbrough membawa mereka kembali ke papan atas.
Perjalanan Tak Terduga Hull City ke Premier League 2026-27
Keberhasilan Hull City menjuarai playoff Championship pada Mei lalu memang sulit dipercaya. Sebelum musim dimulai, hampir semua pengamat menempatkan mereka sebagai kandidat terdegradasi ke League One. Situasi semakin pelik karena klub berada dalam embargo transfer yang berlaku sepanjang musim, sehingga Jakirovic harus bekerja dengan skuat yang ada tanpa bisa belanja pemain baru.
Catatan pertahanan Hull City juga jauh dari meyakinkan. Mereka kebobolan 66 gol di Championship, menjadikannya lini belakang terburuk keempat di liga. Meski begitu, semangat juang yang luar biasa membawa mereka finis keenam dan menang di final playoff. Kini, pertanyaan besarnya adalah apakah keajaiban serupa bisa terulang di Premier League 2026-27.
Banyak harapan kini bertumpu pada Oli McBurnie, striker yang mencetak 19 gol musim lalu. Tantangannya adalah mempertahankan ketajaman itu di kasta tertinggi, sesuatu yang gagal ia lakukan di masa lalu. Pemilik Hull City, Acun Ilicali, tetap optimistis dan bahkan menggunakan analogi yang unik. “Anggap saja kami seperti gunung berapi,” katanya. “Saat ini sedang mendidih dan akan meletus.”
Strategi Transfer: Belanja Massal Ala Sunderland
Hull City berencana mengikuti template yang dilakukan Sunderland pada musim panas lalu dengan mendatangkan 14 pemain baru. Hanya saja, anggaran yang tersedia jauh lebih kecil dibanding tetangga mereka di timur laut Inggris itu. Sejauh ini, 11 pemain telah resmi bergabung dengan skuat The Tigers.
Mereka adalah Jack Butland, Hidemasa Morita, Matt Targett, Óscar Zambrano, Jens Hjertø-Dahl, Elliot Stroud, Konstantinos Tzolakis, Lucas Herrington, Joe Gelhardt, Lucas Gourna-Douath, dan rekor pembelian klub, bek tengah Nobel Mendy. Mendy tiba dari Rayo Vallecano dengan biaya lebih dari £20 juta, menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah Hull City. Dengan demikian, masih ada tiga slot tersisa dari target awal 14 pemain baru.
Manajer Sergej Jakirovic mengungkapkan bahwa pasar transfer musim panas ini berjalan lambat. Namun, ia memperkirakan akan terjadi percepatan signifikan di pekan-pekan terakhir bursa. Hull City dikabarkan mengincar striker Sunderland, Wilson Isidor, serta mesin gol Swansea City, Zan Vipotnik, yang musim lalu menjadi pencetak gol terbanyak Championship dengan 23 gol.
Kendala Cedera dan Kekuatan Semangat Tim
Persiapan Hull City menghadapi musim anyar terganggu oleh cedera sejumlah pemain kunci di pramusim. Pukulan terbesar datang dari masalah lengan yang dialami Jack Butland. Bekal pengalaman kiper mantan Rangers itu di Premier League sangat dibutuhkan, tetapi cedera tersebut diperkirakan membuatnya absen hingga Natal.
Jika Butland baru bisa bermain menjelang pergantian tahun, banyak pihak menilai Hull City sudah terpuruk di dasar klasemen jauh sebelum itu. Namun, Jakirovic masih memegang satu kartu as: kekuatan semangat tim yang luar biasa. Semangat itu ditopang oleh para pemimpin di lapangan seperti bek veteran John Egan.
Semangat juang itulah yang mengantarkan Hull City meraih hasil-hasil tak terduga musim lalu. Mungkin, sekali lagi, mereka bisa melampaui semua ekspektasi yang ada. Skuat yang kompak dan pantang menyerah memang menjadi identitas utama tim asuhan Jakirovic.
Kondisi Keuangan: Menghindari Hukuman Pengurangan Poin
Situasi finansial Hull City menjadi sorotan sejak klub itu berstatus di bawah embargo transfer EFL selama dua bursa pada musim lalu. Pada bulan Juni, sebelum resmi promosi, Hull City menghadapi ancaman nyata berupa pengurangan enam poin di awal musim Premier League 2026-27. Mereka akhirnya berhasil menghindarinya dengan menjual kiper Ivor Pandur ke Rangers dan gelandang Aidon Shehu ke Panathinaikos dengan total nilai gabungan £8,5 juta.
Setelah promosi, hak siar televisi Premier League membuat kondisi keuangan klub jauh lebih sehat. Ilicali telah menggelontorkan sekitar £78 juta untuk membiayai belanja pemain baru. Namun, ia menegaskan tidak akan mempertaruhkan masa depan klub dengan belanja berlebihan.
Pendekatan yang hati-hati ini diamini banyak pihak, terutama mengingat sejarah klub-klub promosi yang justru terpuruk karena terlalu boros. Ilicali tampaknya ingin memastikan Hull City tidak mengulangi kesalahan serupa. Dengan pengelolaan yang disiplin, klub berharap bisa tetap kompetitif tanpa mengorbankan kesehatan finansial.
Hubungan Pemilik dan Fans yang Penuh Pasang Surut
Hubungan antara Acun Ilicali dan para pendukung Hull City bisa dibilang tidak terduga dan sedikit membingungkan. Pria asal Turki yang berprofesi sebagai jurnalis olahraga dan kini menjadi raja media itu mengambil alih klub dari keluarga Allam pada awal 2022. Sejak saat itu, ia sudah berganti manajer sebanyak lima kali.
Pada awalnya, Ilicali disambut hangat karena menggantikan pemilik lama yang tidak populer di mata fans. Namun, gaya kepemimpinannya mulai memicu polarisasi di kalangan suporter. Titik tertinggi terjadi pada November 2022 ketika ia mengajak 320 fans berlibur seminggu di resort mewah Antalya dengan biaya ditanggung penuh. Sebaliknya, titik terendah terjadi ketika keterlambatan pembayaran membuat Hull City dikenai embargo transfer musim lalu.
Kendati begitu, keberhasilan meraih promosi lewat playoff membuat banyak fans bersedia memberi pria berusia 57 tahun itu manfaat keraguan. Keberhasilan memang sering kali menutupi segala kekurangan. Setidaknya untuk saat ini, sebagian besar suporter masih percaya pada arah yang dituju Ilicali.
Sergej Jakirovic: Manajer yang Dibentuk oleh Perang
Lahir di Mostar dan kini berusia 49 tahun, Sergej Jakirovic memiliki kewarganegaraan Bosnia dan Kroasia. Ia mengaku hidupnya dibentuk oleh perang Balkan pada 1990-an yang pecah ketika usianya baru 14 tahun. “Itu soal hidup dan mati,” ujarnya. “Itu yang membuatku menjadi diriku sekarang.”
Jakirovic tiba di Hull City dari Kayserispor pada Juni 2025, dan tak lama kemudian klub langsung terkena embargo transfer. Namun, ia membungkam semua kritik dengan membawa Hull City finis keenam dan menang di final playoff Championship melawan
