Kemenangan Pertama Nottingham Forest, Emery Bertanggung Jawab
Nottingham Forest akhirnya meraih kemenangan pertama di bawah asuhan Oliver Glasner setelah menumbangkan Aston Villa di Villa Park, dan gol penentu datang dari pemain lama, Igor Jesus. Striker asal Brasil itu menyelesaikan kerja sama apik dengan Daniel Muñoz dan Morgan Gibbs-White pada fase akhir pertandingan, memastikan kemenangan pertama Nottingham Forest sekaligus memperpanjang rekor tanpa kalah Glasner atas Unai Emery.
Bagi Villa, kekalahan ini menyakitkan bukan hanya karena terjadi di kandang sendiri, tetapi juga karena mereka harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain. Ian Maatsen cedera setelah jatah lima pergantian Villa sudah habis, sehingga John McGinn terpaksa bermain sebagai bek kiri darurat. Emery pun tidak mencari alasan dan menyatakan bahwa buruknya penampilan timnya di babak kedua adalah tanggung jawabnya sebagai pelatih.
Kemenangan Pertama Nottingham Forest: Delap dan Igor Jesus Jadi Penentu
Liam Delap, striker mobil yang menjadi salah satu rekrutan penting Forest pada bursa transfer musim panas, membuka golnya untuk klub baru dengan cara yang meyakinkan. Ia melepas tembakan keras kaki kanan dari jarak sekitar 25 yard, hanya 45 detik setelah babak kedua dimulai. Prosesnya tidak kalah menarik: Murillo merebut bola dari Emiliano Buendía setelah flick Boubacar Kamara, lalu Delap melewati Ross Barkley dan menggiring bola secara diagonal sebelum menuntaskan peluang itu.
Delap hampir menambah gol keduanya tak lama berselang, tetapi bendera offside dan pemeriksaan VAR membatalkan perayaannya. Sebelumnya, Tyrone Mings yang masuk sebagai pengganti pemain cedera di babak pertama melakukan blok krusial untuk menghalau Dan Ndoye, setelah Delap memberi umpan dengan hold-up play yang sangat baik. Peran Delap dalam laga ini menegaskan mengapa Glasner menginginkan sosok striker yang bisa bergerak luas untuk mengisi lini depan dalam skema 3-4-3.
Villa sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Alysson yang memanfaatkan umpan silang lembut McGinn dari skema corner pendek. Gol itu membuat Villa terhindar dari keharusan merenungi momen ketika kiper Forest dua kali menggagalkan peluang mereka. Namun, pada akhirnya Igor Jesus yang menentukan hasil akhir: ia bertukar umpan dengan Muñoz, lalu Gibbs-White menyingkirkan tiga bek Villa dengan flick cerdik sebelum sang striker menuntaskan bola dengan tenang.
Kronologi Laga: Villa Kehilangan Pemain dan Opsi Pergantian
Masalah Villa dimulai ketika Pau Torres dipaksa keluar lapangan karena cedera hamstring pada pertengahan babak pertama. Cedera itu berpotensi membuatnya absen hingga sebulan, dan Mings pun harus masuk lebih cepat dari rencana. Situasi makin rumit karena Emery mengirim Johan Manzambi dan Ibrahim Mbaye untuk debut mereka, sementara Tammy Abraham dan Alysson baru masuk saat jeda. Abraham menggantikan Jackson, yang menurut penilaian Emery berada dalam risiko menerima kartu kuning kedua.
Konsekuensinya, pada menit ke-63 Emery sudah menghabiskan seluruh lima jatah pergantian. Ketika Maatsen kemudian dilanggar keras oleh James McAtee, Villa tidak lagi punya cara untuk menggantinya. Mereka harus bermain dengan sepuluh orang pada 12 menit terakhir, termasuk enam menit waktu tambahan, dan McGinn yang berposisi gelandang harus mengisi posisi bek kiri darurat. Kondisi ini memberi Forest ruang lebih besar untuk menekan dan akhirnya mencetak gol kemenangan.
Emery menilai pelanggaran McAtee seharusnya berbuah kartu merah dan berharap asisten wasit video, Timothy Wood, memberi tahu wasit utama Andy Madley. “Itu tekel bersih dari belakang terhadap pemain, dan menurut saya seharusnya kartu merah,” ujarnya. Meski begitu, ia menegaskan insiden tersebut tidak bisa dijadikan alasan atas penampilan buruk timnya di babak kedua, dan ia menyebutnya sebagai tanggung jawabnya sendiri.
Momen Kunci: Penyelamatan, Tiang Sendiri, dan Gol yang Dibatalkan
Jalannya pertandingan diwarnai sejumlah momen yang membuat Villa frustrasi. Matz Sels dua kali menghalau peluang Victor Lindelöf, pertama dengan kakinya dan kemudian dengan penyelamatan menggunakan wajah saat menahan tembakan mendatar. Di sela dua penyelamatan itu, Murillo hampir saja mencelakakan timnya sendiri ketika bola hasil clearance yang buruk membentur tiang gawang Forest. Konteksnya makin pahit bagi Villa karena Lindelöf hanya mencetak satu gol dalam hampir enam tahun, dengan gol terakhirnya terjadi pada November 2023.
Setelah gol penyama kedudukan Alysson, Villa Park seolah bersiap menyaksikan penutup dramatis. Namun Forest juga bangkit dan memaksa kiper mereka bekerja keras, antara lain dengan penyelamatan terbaik saat menjatuhkan diri ke kanan untuk menahan sundulan Xaver Schlager. Ndoye sendiri harus keluar setelah mengalami benturan dengan Maatsen di babak pertama, yang membuat Glasner menggambarkan kondisinya seperti “hidung petinju di ronde ke-12”.
Menariknya, Forest harus tampil tanpa bek kunci Nikola Milenkovic dan Jair Cunha yang absen karena cedera. Igor Jesus bahkan sudah bersiap masuk ketika Villa menyamakan kedudukan, dan ia benar-benar masuk menggantikan Ndoye untuk menjadi pembeda di sisa laga. Kombinasi Muñoz, Gibbs-White, dan Igor Jesus itu akhirnya memecah kebuntuan pada saat yang paling menyakitkan bagi tuan rumah.
Dampak bagi Emery dan Aston Villa
Kekalahan ini membuat Villa kembali tanpa kemenangan pada empat laga pembuka Premier League, dan itu terjadi untuk musim kedua berturut-turut. Dalam kurun waktu yang lama, laga ini juga tampak akan berakhir tanpa gol bagi mereka, sebelum sundulan Alysson memecah kebuntuan. Masalah penyelesaian akhir dan konsistensi di awal musim jelas menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi Emery jika Villa tidak ingin kehilangan momentum terlalu dini.
Tekanan bertambah karena Villa juga kehilangan Pau Torres akibat masalah hamstring yang bisa membuatnya menepi cukup lama. Ditambah habisnya jatah pergantian, Emery kehilangan fleksibilitas untuk merespons situasi di lapangan. Keterbatasan kedalaman skuad ini menjadi sorotan, terutama ketika satu cedera dan satu pelanggaran keras cukup untuk mengubah struktur permainan tim secara drastis.
Bagi Forest, hasil ini menjadi pembenaran atas langkah Glasner menata ulang skuadnya di musim panas. Kehadiran striker yang mampu memimpin lini depan dan wing-back kanan yang cocok dengan sistem 3-4-3 membuat permainan mereka lebih utuh. Kemenangan di kandang tim yang secara historis sulit ditaklukkan ini memberi modal kepercayaan diri yang penting untuk laga-laga berikutnya.
Konteks Lebih Luas: Rekor Glasner atas Emery
Hasil ini memperpanjang catatan mengesankan Glasner setiap kali berhadapan dengan Emery. Dari delapan pertemuan, Glasner belum pernah kalah, dengan enam kemenangan dan dua hasil imbang. Rekor semacam ini jarang dimiliki seorang pelatih ketika menghadapi sosok yang punya begitu banyak trofi Eropa, sehingga kemenangan di Villa Park terasa semakin berarti.
Glasner sendiri memilih tetap rendah hati setelah laga. Ia menyebut dirinya sempat berbicara dengan Emery sebelum pertandingan dan mengingat bahwa rekornya masih tertinggal jauh dalam hal trofi Eropa. “Saya berkata pada diri sendiri: ‘Oliver Glasner, tetap rendah hati.’ Dan itulah cara saya,” tuturnya. Menurutnya, para pemain layak mendapat semua pujian karena tampil sangat baik, begitu pula para pendukung yang terus memberi dukungan.
Kemenangan ini sekaligus menggambarkan bagaimana proyek yang sedang dibangun Glasner mulai menunjukkan bentuknya. Perpaduan pemain baru seperti Delap dan Muñoz dengan sosok berpengalaman seperti Igor Jesus memberi Forest opsi yang lebih beragam. Jika konsistensi bisa dijaga, bukan tidak mungkin hasil-hasil seperti ini menjadi kebiasaan baru bagi Forest musim ini.
Penutup
Laga di Villa Park menyajikan dua cerita yang kontras: Forest yang akhirnya menikmati kemenangan pertama bersama Glasner, dan Villa yang masih mencari bentuk terbaiknya di awal musim. Gol dari Delap serta penyelesaian akhir Igor Jesus memastikan tiga poin, sementara Emery harus menerima kenyataan pahit bermain dengan sepuluh orang di menit-menit akhir akibat cedera dan habisnya pergantian.
Dengan rekor tanpa kalah Glasner atas Emery yang masih terjaga dan Villa yang kembali gagal menang di empat laga pembuka, pertanyaan berikutnya adalah seberapa cepat kedua tim bisa memperbaiki diri. Forest punya alasan untuk optimistis, sedangkan Villa harus segera menemukan solusi sebelum jarak dengan rival-rivalnya melebar.
