|

Kasus Ivan Toney: Striker Bantah Tuduhan Penyerangan

Penyerang timnas Inggris, Ivan Toney, menyatakan tidak bersalah atas tuduhan menyerang seorang pria di sebuah klub malam di kawasan Soho, London. Pemain berusia 30 tahun itu membacakan pembelaannya di Pengadilan Magistrat Westminster pada Kamis dengan dakwaan penyerangan yang mengakibatkan luka fisik nyata atau assault occasioning actual bodily harm.

Kasus Ivan Toney ini menjadi perhatian luas karena ia bukan nama sembarangan di sepak bola Inggris. Ia kini memperkuat Al-Ahli di Liga Pro Saudi, pernah menjadi bagian skuad Inggris yang melaju hingga final Euro 2024, dan dipanggil kembali ke tim nasional untuk ajang Piala Dunia pada musim panas lalu. Proses hukum yang sedang berjalan berpotensi berbenturan dengan agenda kariernya di level klub maupun negara.

Kronologi Kasus Ivan Toney di Klub Malam Soho

Berdasarkan keterangan yang dibacakan di persidangan, peristiwa itu terjadi pada 6 Desember tahun lalu di 100 Wardour Street, sebuah tempat pertunjukan musik live di Soho. Di lokasi tersebut, terjadi adu mulut antara Toney dan seorang pria bernama Saber Da Silva.

Jaksa penuntut, Tom Heslop, menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa yang diucapkan kedua pria itu. Meski demikian, ia menyebut pertukaran kata tersebut membuat keduanya saling berhadapan dengan sikap menantang, sebelum Toney menerjang ke depan, menyundul pengadu, dan melayangkan beberapa pukulan.

Akibat insiden itu, Da Silva dilaporkan mengalami luka pada bagian hidung dan jari. Tuduhan yang diarahkan kepada Toney pun berkaitan langsung dengan cedera yang dialami korban dalam peristiwa tersebut.

Sidang Singkat, Toney Memilih Jalur Crown Court

Sidang dakwaan yang berlangsung sekitar 12 menit itu dipimpin oleh Hakim Distrik Briony Clarke. Dalam persidangan, hakim menanyakan kepada Toney apakah ia ingin perkaranya disidangkan di pengadilan magistrat atau dialihkan ke crown court.

Toney yang berdiri untuk menjawab pertanyaan itu memilih crown court. Konsekuensinya, perkaranya nanti akan digelar di hadapan seorang hakim dan majelis juri, bukan diputuskan melalui prosedur singkat di pengadilan magistrat.

Kendati demikian, Toney diperbolehkan meninggalkan pengadilan dengan status jaminan tanpa syarat. Hakim tetap mengingatkannya bahwa ia wajib hadir di Southwark Crown Court pada tanggal yang ditetapkan pukul 09.30 pagi. Jika ia tidak datang, pengadilan dapat mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Dakwaan Juli dan Pernyataan Kubu Ivan Toney

Toney resmi didakwa pada 31 Juli setelah penyelidikan yang dilakukan Kepolisian Metropolitan. Ketika dakwaan itu diumumkan, juru bicara Toney menyampaikan pernyataan resmi terkait sikap kliennya.

“Ivan menyadari dakwaan tersebut dan meski secara alami ia terkejut, ia menantikan kesempatan untuk membersihkan namanya di pengadilan,” ujar juru bicara tersebut.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Toney akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan. Dalam sistem peradilan Inggris, seseorang yang didakwa tetap dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah melalui putusan pengadilan.

Perjalanan Karier Ivan Toney dari Northampton ke Al-Ahli

Toney memulai kariernya di klub kampung halamannya, Northampton. Dari sana ia pindah ke Newcastle, tempat ia hanya mencatatkan dua penampilan di kompetisi liga sebelum akhirnya bergabung dengan Peterborough.

Namanya kian menanjak setelah berseragam Brentford. Gol-gol Toney membantu klub itu promosi ke Premier League pada 2021, dan ia kemudian menegaskan posisinya sebagai salah satu penyerang terdepan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Pada 2024, Toney pindah ke Al-Ahli dengan nilai transfer £40 juta. Ia juga telah mengoleksi 10 caps bersama timnas Inggris dan menjadi bagian dari skuad yang mencapai final Euro 2024. Rekam jejak itulah yang membuat namanya tetap diperhitungkan di level tertinggi.

Dampak Kasus Hukum bagi Karier dan Timnas Inggris

Bagi Toney, pilihan untuk membawa perkara ini ke crown court berarti proses hukumnya berpotensi berjalan lebih panjang. Sidang dengan majelis juri umumnya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan prosedur di pengadilan magistrat, sehingga ketidakpastian mengenai status hukumnya bisa berlangsung cukup lama. Situasi ini jelas bukan hal yang ideal bagi seorang pesepak bola yang kariernya bergantung pada performa dan ketersediaan di lapangan.

Di sisi lain, catatan internasionalnya menunjukkan bahwa Toney masih berada dalam radar timnas. Ia termasuk bagian skuad Inggris pada Piala Dunia musim panas lalu, masuk sebagai pemain pengganti saat timnya kalah dari Argentina di semifinal, dan menjadi starter pada laga perebutan tempat ketiga yang dimenangkan Inggris atas Prancis.

Kasus serupa pernah menimpa sejumlah pesepak bola profesional, dan biasanya berujung pada dua hal: proses hukum yang tetap berjalan apa pun status pemainnya, serta tekanan tambahan dari sorotan media dan publik. Bagaimana Toney mengelola keduanya akan ikut menentukan bagaimana perjalanan kariernya beberapa bulan ke depan.

Langkah Hukum Selanjutnya

Setelah pembelaan tidak bersalah dibacakan, perkara Toney akan dilanjutkan di Southwark Crown Court sesuai tanggal yang ditetapkan pengadilan. Ia terikat kewajiban hadir tepat waktu, dan ketidakhadiran tanpa alasan yang sah dapat berujung pada penerbitan surat perintah penangkapan.

Sebelum putusan dijatuhkan, Toney tetap berhak dianggap tidak bersalah. Pernyataan juru bicaranya juga mengisyaratkan bahwa kubu pemain akan berupaya membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar di hadapan hakim dan juri.

Ringkasnya, Ivan Toney membantah tuduhan menyerang Saber Da Silva di sebuah klub malam di Soho pada 6 Desember tahun lalu. Perkaranya akan bergulir di Southwark Crown Court di depan hakim dan majelis juri, sementara ia dibebaskan dengan jaminan tanpa syarat dan wajib hadir sesuai jadwal yang ditetapkan. Sampai ada putusan resmi, statusnya sebagai pesepak bola tetap berjalan seperti biasa, tetapi bayang-bayang perkara ini akan terus mengiringi setiap langkahnya di lapangan.

Similar Posts