Tuchel Pilih Bellingham sebagai Nomor 9 Timnas Inggris
Pelatih kepala Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengidentifikasi Jude Bellingham sebagai salah satu opsi untuk mengisi posisi nomor 9 Timnas Inggris. Gagasan itu muncul setelah Bellingham dimasukkan dari bangku cadangan dan memimpin lini depan pada laga melawan Ceko di ajang Liga Negara. Menurut Tuchel, pemain yang biasa beroperasi sebagai gelandang itu bisa memberi dimensi berbeda ketika ditempatkan paling depan.
Wacana ini penting karena Inggris hingga kini belum menemukan pelapis sepadan untuk Harry Kane. Penyerang berusia 33 tahun itu baru saja menambah koleksi golnya menjadi 87 gol dalam 123 penampilan bersama tim nasional. Di sisi lain, kedalaman lini serang menjadi persoalan yang belum tuntas, sehingga Tuchel mulai mencari solusi alternatif alih-alih menunggu lahirnya peniru Kane.
Bellingham Jadi Alternatif di Posisi Nomor 9
Pada laga melawan Ceko, Bellingham masuk sebagai pengganti dan bermain di posisi paling depan pada fase akhir pertandingan. Ia bahkan mengenakan ban kapten setelah masuk dari bangku cadangan di Praha. Posisi itu bukan tempat alaminya, tetapi Tuchel menilai Bellingham mampu menjalankannya dengan baik.
Tuchel menegaskan bahwa Inggris tidak akan pernah mendapatkan Kane yang kedua. Karena itu, ia lebih memilih mencari solusi yang berbeda ketimbang menuntut seorang penyerang meniru seluruh karakter permainan Kane. Menurutnya, solusi tersebut bisa saja baru ditemukan dalam sepuluh tahun ke depan, dan belum tentu oleh dirinya sendiri.
Meski demikian, Tuchel menegaskan belum ada skenario yang memaksa Inggris hidup tanpa Kane dalam waktu dekat. Ia justru mendukung Kane untuk bertahan di level tertinggi selama satu dekade lagi. Ia juga memperkirakan penyerang itu akan segera mencapai 100 gol bersama tim nasional.
Mengapa Inggris Masih Mencari Pelapis Kane
Persoalan utama bukan pada kualitas Kane, melainkan pada minimnya stok penyerang di belakangnya. Nama Ollie Watkins dan Ivan Toney tidak dipanggil untuk pemusatan latihan kali ini. Hal itu membuat pilihan di lini depan menjadi terbatas ketika Inggris membutuhkan sosok pengganti.
Dominic Calvert-Lewin, yang masuk menggantikan Kane saat kalah dari Spanyol pada Sabtu, kini berusia 29 tahun dengan catatan empat gol dari 13 penampilan. Sementara itu, Liam Delap, penyerang Nottingham Forest berusia 23 tahun, belum pernah menerima panggilan ke tim senior. Kondisi inilah yang membuat keputusan menempatkan Bellingham di lini depan pada akhir laga melawan Ceko menjadi perhatian.
Tuchel menyadari bahwa mencari penerus Kane bukan pekerjaan sederhana. Ia menilai Inggris harus menerima kenyataan bahwa tidak ada pemain yang benar-benar identik dengan kapten timnya tersebut. Karena itu, pendekatan yang dipilih adalah menyesuaikan peran pemain yang ada, bukan memaksakan satu profil tunggal sebagai pengganti langsung.
Peran Baru Bellingham dan Skema 4-2-3-1
Tuchel mengungkapkan bahwa ia mulai merancang peran baru bagi Bellingham. Dalam pertandingan terakhir, ia ditempatkan sebagai nomor 10 di tengah agar bisa bergerak ke dua sisi lapangan. Formasi pun digeser mendekati 4-2-3-1, bukan 4-3-3, dengan tujuan mendekatkan posisi Kane dan Bellingham.
Dengan cara itu, keduanya punya peluang untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di kedua sisi lapangan. Tuchel menilai Bellingham tetap bisa memberi kontribusi di dua arah tanpa mengganggu keseimbangan tim secara keseluruhan. Ia menyebut posisi nomor 9 sebagai peran yang ia sukai untuk Bellingham.
Menurut Tuchel, Bellingham memang selalu dituntut mampu melewati garis pertahanan terakhir dan berakhir di kotak penalti. Ia menilai mantan pemain Borussia Dortmund itu sebagai pencetak gol alami yang punya rasa lapar untuk masuk ke papan skor. Karena karakter itulah, bermain sebagai nomor 9 atau nomor 10 tidak membuat perbedaan besar bagi sang pemain.
Dampaknya bagi Lini Serang Inggris
Menempatkan Bellingham di posisi terdepan membuka opsi taktis yang lebih lentur bagi Inggris. Tuchel bisa memainkan satu penyerang murni sekaligus menambah jumlah pemain yang masuk ke kotak penalti. Fleksibilitas semacam ini berguna ketika Inggris menghadapi lawan yang bertahan rapat dan sulit ditembus.
Bagi Bellingham sendiri, peran ini menambah nilai jualnya di tim nasional. Ia tidak lagi hanya berfungsi sebagai pengatur serangan dari lini tengah, tetapi juga sebagai ancaman langsung di depan gawang. Kombinasi itu membuatnya semakin sulit ditinggalkan dari starting eleven ketika kondisi fisiknya prima.
Namun, solusi ini juga menyimpan risiko tersendiri karena Inggris tetap belum memiliki penyerang murni pengganti Kane. Ketika Kane absen atau kelelahan, opsi yang tersedia lebih banyak berupa penyesuaian posisi pemain yang sudah ada. Karena itu, wajar bila Tuchel menegaskan bahwa pencarian solusi jangka panjang masih akan berlanjut.
Kemenangan atas Ceko dan Agenda Berikutnya
Inggris menang 2-0 atas Ceko dan naik ke peringkat kedua Grup A3 Liga Negara. Ceko bermain dengan sepuluh pemain sejak pertengahan babak pertama. Anthony Gordon membuka keunggulan, sementara Kane menutup laga dengan penyelesaian yang dinilai Tuchel berada di level tertinggi.
Tuchel memuji cara Kane mengambil keputusan ketika bola jatuh di depannya, dan menilai hal itu terjadi di hampir setiap pertandingan. Ia pun mengomentari pujian Uli Hoeness, presiden kehormatan Bayern Munich, yang menyebut Kane sebagai pembelian terbaik klub. Menurut Tuchel, pujian itu menunjukkan bahwa nilai dan kepribadian Kane benar-benar terlihat oleh banyak pihak.
Tuchel merupakan pelatih yang membawa Kane ke Bayern Munich pada 2023. Ia mengakui bahwa pindah ke klub besar yang terbiasa menang bukan hal mudah karena pemain selalu berada di bawah sorotan. Meski begitu, Kane berhasil memenangkan hati semua orang di sana.
Selanjutnya, Inggris bertandang ke Rijeka untuk menghadapi Kroasia pada Sabtu. Belum diketahui apakah Tuchel tetap mempertahankan Trent Alexander-Arnold, yang menandai penampilan internasional pertamanya sejak Juni 2025 dengan menciptakan gol Gordon. Kane menyebut rekannya itu luar biasa, baik dari sisi umpan, rentang passing, crossing, maupun pertahanan, dan menilai Alexander-Arnold hanya perlu terus bekerja keras.
Dari rangkaian ini terlihat bahwa opsi Bellingham nomor 9 Timnas Inggris bukan sekadar eksperimen sesaat. Tuchel sedang membangun cara bermain yang memungkinkan Inggris tetap tajam meski tanpa kehadiran penyerang murni di lini depan. Ujian berikutnya melawan Kroasia akan menjadi gambaran seberapa serius rencana tersebut dijalankan.
Pada akhirnya, persoalan utama Inggris bukan soal siapa yang paling mirip Kane, melainkan bagaimana memaksimalkan pemain yang ada. Bellingham berada di posisi ideal untuk menjawab tantangan itu, setidaknya sampai Inggris menemukan penyerang murni yang benar-benar siap. Sampai saat itu tiba, peran nomor 9 bisa tetap menjadi salah satu kartu andalan Tuchel.
