|

Ella Toone dan Chloe Kelly Dicoret dari Skuad Inggris

Pelatih kepala tim nasional Inggris, Sarina Wiegman, resmi mencoret Ella Toone dan Chloe Kelly dari skuad yang dipersiapkan untuk playoff kualifikasi Piala Dunia Wanita melawan Yunani. Keputusan pencoretan Ella Toone dan Chloe Kelly ini murni didasarkan pada penilaian Wiegman terhadap level performa keduanya, yang dianggap belum memenuhi standar yang ia harapkan. Sebagai konsekuensi dari perubahan komposisi tersebut, Wiegman memberikan panggilan perdana kepada gelandang Chelsea berusia 20 tahun, Lexi Potter.

Toone dan Kelly bukan nama sembarangan dalam perjalanan timnas Inggris beberapa tahun terakhir. Keduanya menjadi bagian penting saat Inggris menembus tiga final turnamen besar secara beruntun, sehingga absennya mereka tentu menyita perhatian. Namun Wiegman memberi sinyal jelas pada Selasa lalu bahwa ia ingin melihat kontribusi yang lebih besar dari keduanya di level klub sebelum kembali mempertimbangkan mereka untuk tim nasional.

Alasan di Balik Pencoretan Ella Toone dan Chloe Kelly

Wiegman tidak menyembunyikan penyebab utama keputusannya. Menurutnya, level permainan yang ditunjukkan Toone dan Kelly belum sesuai dengan ekspektasi yang ia pasang untuk pemain sekaliber mereka di lapangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tetap percaya pada kualitas kedua pemain tersebut dan tidak sedang menutup pintu bagi mereka.

Ia menyampaikan bahwa timnas menuntut sedikit lebih banyak, dan ia yakin keduanya masih mampu memberi lebih daripada yang mereka tampilkan saat ini. Pesan itu sudah disampaikan secara langsung sebagai bentuk umpan balik, dengan harapan mereka bisa menaikkan standar permainan. Menurut Wiegman, hal itu juga tidak lepas dari situasi persaingan internal yang semakin ketat di skuad, yang menuntut setiap pemain menunjukkan kualitas, menit bermain, dan konsistensi.

Wiegman mengakui bahwa pesan semacam itu tidak mudah diterima, tetapi ia menilai kedua pemain meresponsnya dengan cara yang positif. Ia berharap mereka menjawabnya dengan performa yang lebih baik, dan menegaskan bahwa timnas akan tetap memberikan dukungan, termasuk mengingat mereka juga mendapat dukungan dari klub masing-masing. Harapan besarnya sederhana: keduanya kembali ke skuad dalam kondisi yang lebih baik daripada sebelumnya.

Catatan Performa Toone dan Kelly di Level Klub

Statistik musim ini menjelaskan sebagian besar alasan di balik keputusan tersebut. Baik Toone maupun Kelly belum mencetak gol atau memberikan assist di ajang Women’s Super League sepanjang musim berjalan. Kontribusi mereka di kompetisi domestik jadi sorotan, terlebih karena posisi mereka di skuad Inggris selama ini dibangun di atas performa yang konsisten.

Toone sebenarnya sempat mencetak gol saat Manchester United menang 10-1 atas Sheffield United, tim kasta kedua, di ajang Piala Liga pekan lalu. Namun gol itu datang setelah ia sebelumnya tidak dilibatkan dalam laga imbang United melawan Arsenal. Di WSL, Toone baru menjadi starter pada tiga dari empat pertandingan United musim ini, yang menunjukkan menit bermainnya belum sepenuhnya mapan.

Situasi Kelly tak jauh berbeda, bahkan mungkin lebih terbatas. Ia baru sekali menjadi starter di laga liga Arsenal, yakni saat kemenangan di Liga Champions melawan Køge. Di kompetisi WSL, Kelly tercatat tiga kali masuk sebagai pemain pengganti. Minimnya waktu bermain itu membuat keduanya sulit menunjukkan performa terbaik yang biasanya menjadi dasar pemanggilan mereka ke timnas.

Wajah Baru dan Pemain Senior yang Kembali

Di sisi lain, daftar pemain yang dipanggil Wiegman menghadirkan sejumlah nama segar. Lexi Potter akhirnya mendapat panggilan pertamanya setelah performa impresifnya bersama Chelsea, termasuk peran menonjol dalam kemenangan 1-0 atas Arsenal pada hari Minggu. Desakan agar Potter dipanggil memang sudah menguat sepanjang musim ini berkat konsistensinya di lini tengah Chelsea.

Wiegman menilai Potter telah berkembang pesat. Ia mengungkapkan bahwa tim pelatih sudah mengawasi Potter sejak musim lalu ketika sang pemain mulai masuk ke skuad dan tampil baik, tetapi awal musim ini menjadi titik yang benar-benar meyakinkan mereka. Bagi Wiegman, Potter layak mendapat kesempatan itu karena telah membuktikan bahwa ia mampu menjadi starter menghadapi tim mana pun, termasuk ketika tampil baik melawan Arsenal yang ia sebut sebagai tim kelas atas.

Yang menarik perhatian Wiegman dari Potter adalah ketenangannya di lapangan. Menurutnya, siapa pun lawan yang dihadapi, Potter tetap bermain dengan nyaman dan tidak kehilangan karakter permainannya. Selain Potter, Wiegman juga memanggil gelandang berusia 18 tahun yang belum pernah tampil di timnas, Erica Meg Parkinson, serta pemain sayap London City Lionesses, Freya Godfrey. Kapten tim, Leah Williamson, juga kembali setelah pulih dari cedera, sementara penyerang Chelsea Aggie Beever-Jones tidak masuk dalam daftar.

Jadwal Playoff Melawan Yunani dan Peluang ke Brasil

Laga melawan Yunani menjadi momen krusial bagi Inggris. Leg pertama akan digelar di Pankritio Stadium, Heraklion, Kreta, pada Jumat 9 Oktober, sebelum leg kedua dimainkan di King Power Stadium, Leicester, pada Selasa berikutnya. Inggris wajib meraih kemenangan untuk melangkah ke ronde kedua playoff yang menentukan pada Desember nanti.

Posisi Inggris harus melalui jalur playoff ini terbilang tidak biasa, mengingat mereka memenangi lima dari enam pertandingan di fase grup kualifikasi. Mereka gagal finis di puncak grup karena kalah dalam rekor pertemuan dengan Spanyol, sang juara dunia. Duel melawan Spanyol pada April dan Juni lalu menjadi ulangan final Piala Dunia 2023, dan hasil pertemuan itulah yang membuat Inggris harus menempuh jalur yang lebih panjang.

Meski demikian, Inggris tetap difavoritkan kuat untuk lolos ke putaran final musim panas mendatang di Brasil. Kualitas skuad yang mereka miliki, ditambah pengalaman berlaga di turnamen besar, membuat peluang mereka melaju ke babak utama jauh lebih besar dibandingkan lawan yang dihadapi di jalur playoff ini.

Masa Depan Wiegman di Timnas Inggris

Turnamen di Brasil itu berpotensi menjadi penampilan terakhir Wiegman bersama Inggris, karena kontraknya akan berakhir setelah Piala Dunia. Ketika ditanya soal pembicaraan perpanjangan kontrak, ia memilih tidak memberi banyak petunjuk dan menegaskan bahwa fokusnya saat ini hanya tertuju pada laga melawan Yunani.

Wiegman menyebut bahwa komunikasi dengan pihak federasi tetap berjalan rutin, dan ia mengaku berbicara dengan Mark Bullingham setiap dua pekan untuk membahas situasi terkini maupun rencana ke depan. Namun menurutnya, sejauh ini belum ada perkembangan baru yang bisa ia sampaikan. Ia menambahkan bahwa prioritas utamanya sekarang adalah memastikan Inggris melewati playoff dan lolos ke Piala Dunia.

Pencoretan Toone dan Kelly, panggilan perdana Potter, serta situasi kontrak Wiegman menjadikan laga melawan Yunani sebagai titik penting bagi Inggris. Hasil di dua leg nanti tidak hanya menentukan kelolosan ke putaran final, tetapi juga memberi gambaran arah baru skuad Inggris di bawah Wiegman. Bagi Toone dan Kelly, jalan kembali ke timnas kini bergantung pada seberapa cepat mereka bisa menaikkan level performa bersama klub masing-masing.

Similar Posts