Marinakis Gugat Crystal Palace atas Banner Bernada Ancaman
Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, resmi menggugat Crystal Palace ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik. Gugatan ini merupakan respons atas aksi suporter Palace yang memajang banner berisi gambar Marinakis mengarahkan pistol ke kepala gelandang Inggris, Morgan Gibbs-White. Insiden tersebut terjadi ketika Palace bermain imbang 1-1 melawan Forest di Stadion Selhurst Park.
Gugatan diajukan ke pengadilan tinggi pada Senin, setelah hampir 12 bulan berselang sejak banner itu pertama kali ditampilkan. Dalam perkara ini, Marinakis menargetkan CPFC Ltd selaku perusahaan yang menaungi Crystal Palace, serta pihak-pihak yang belum diketahui identitasnya. Pengacara Marinakis yang dihubungi tidak memberi komentar, begitu pula juru bicara Palace.
Banner Kontroversial di Selhurst Park
Banner tersebut muncul pada pertengahan babak pertama laga antara Palace dan Forest yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Gambar di dalamnya memperlihatkan taipan pelayaran asal Yunani itu mengarahkan pistol ke arah kepala Gibbs-White. Selain itu, banner ini juga memuat tulisan yang menyindir bahwa Marinakis tidak terlibat dalam pemerasan, pengaturan skor, perdagangan narkoba, maupun korupsi.
Gibbs-White sendiri sempat dikaitkan dengan Tottenham Hotspur pada musim panas lalu sebelum Forest membatalkan kesepakatan transfernya. Karena itu, kemunculan banner ini bukan semata lelucon, melainkan diduga berkaitan dengan situasi yang tengah memanas saat itu. Marinakis selama ini membantah semua tuduhan yang disiratkan dalam banner tersebut.
Marinakis Gugat Crystal Palace ke Pengadilan Tinggi
Gugatan yang diajukan pengacara Marinakis ini masuk ke pengadilan tinggi nyaris setahun setelah kejadian di Selhurst Park. Dalam perkara tersebut, Crystal Palace digugat melalui entitas CPFC Ltd, sementara pihak lain yang diduga terlibat masih disebut sebagai ‘persons unknown’. Istilah itu lazim digunakan dalam gugatan hukum untuk mencakup individu yang belum teridentifikasi.
Langkah hukum ini menjadi babak baru dari rivalitas Palace dan Forest yang tidak hanya berlangsung di atas lapangan. Sebelumnya, sanksi dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga sudah dijatuhkan kepada Palace terkait kejadian yang sama. Kini, persoalan tersebut naik ke ranah perdata dengan tuntutan pencemaran nama baik dari seorang pemilik klub.
Palace Pernah Didenda FA akibat Insiden Banner
Sebelum gugatan Marinakis bergulir, Crystal Palace telah dihukum oleh FA pada Februari. Palace dinyatakan gagal memastikan pendukungnya tidak berperilaku tidak pantas, ofensif, kasar, menghina, atau provokatif selama pertandingan. Akibatnya, klub asal London selatan itu didenda 50.000 poundsterling.
FA juga menyoroti fakta bahwa Palace sebenarnya memiliki kebijakan untuk mencegah banner diselundupkan ke dalam stadion. Hal itu menunjukkan bahwa pihak klub menyadari adanya risiko sejak awal. Meskipun demikian, kebijakan tersebut tidak berhasil mencegah banner ini muncul pada pertandingan yang berlangsung di kandang sendiri.
Perseteruan Palace dan Forest Berawal dari Protes ke UEFA
Ketegangan antara kedua klub sebenarnya sudah terasa pada musim panas lalu, jauh sebelum aksi banner ini muncul. Forest diketahui menulis surat ke UEFA untuk menyampaikan kekhawatiran bahwa Palace berpotensi melanggar aturan kepemilikan multiklub. Surat tersebut akhirnya berujung pada perubahan nasib kedua tim di kompetisi Eropa.
Setelah melalui proses yang alot, Palace yang tampil sebagai pemenang Piala FA akhirnya ditempatkan di Liga Conference, sementara Forest yang finis ketujuh di Premier League dan awalnya lolos ke Liga Conference dipromosikan menggantikan Palace. Hasilnya, Palace justru berhasil menjuarai Liga Conference bersama Oliver Glasner kala itu. Sementara itu, Forest melaju hingga semifinal Liga Europa.
Oliver Glasner Bergabung dengan Nottingham Forest
Kisah antara kedua klub semakin rumit ketika Oliver Glasner memutuskan pindah ke Forest setelah kontraknya di Palace habis. Keputusan itu mengejutkan suporter kedua tim, terutama karena hubungan Palace dan Forest sedang tidak akrab. Glasner sendiri sebelumnya sempat menolak tawaran Forest karena tim tersebut tidak bermain di Eropa pada musim berikutnya.
Namun, ia mengaku berubah pikiran setelah bertemu langsung dengan Marinakis dalam sebuah makan malam di Athena. Pelatih asal Austria itu menyebut ada dua alasan utama yang membuatnya menerima tawaran tersebut. “Saya pikir ada lebih banyak potensi dalam skuad daripada yang mereka perlihatkan, dan alasan kedua adalah Anda, ambisi Anda, karena saya sangat ambisius,” kata Glasner.
Laga Berikutnya dan Dampaknya bagi Kedua Klub
Palace dijadwalkan menjamu Forest dalam lanjutan Premier League di Selhurst Park pada 10 Oktober. Ini akan menjadi pertemuan kedua tim di stadion tempat banner itu pernah dipajang. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana pengamanan dan respons suporter dalam laga tersebut.
Gugatan Marinakis terhadap Crystal Palace menunjukkan bahwa insiden di tribun tidak bisa dianggap sepele. Rivalitas yang dimulai dari perbedaan kepentingan di kompetisi Eropa kini berlanjut ke meja hijau pengadilan. Apakah kasus ini akan berakhir damai atau justru memperpanjang perseteruan, waktu yang akan menjawab.
