|

Rangers Kalahkan Celtic, Melaju ke Semifinal Piala Liga

Rangers kalahkan Celtic pada pertemuan Old Firm pertama musim ini di ajang Piala Liga Skotlandia. Tampil di hadapan 51.212 pendukung sendiri di Ibrox, pasukan Derek McInnes mendominasi jalannya pertandingan dan memastikan langkah ke babak semifinal. Dua gol kapten Dan Neil serta satu gol Kevin Kelsy menjadi penentu kemenangan yang diraih dengan relatif nyaman atas tim asuhan Martin O’Neill.

Hasil ini terasa istimewa bagi McInnes yang tengah menjalani awal musim penuh sorotan di Ibrox. Tekanan sempat menyertai perjalanannya, tetapi kemenangan atas rival abadi menjadi jawaban yang menenangkan sekaligus menandai identitas baru timnya. Laga ini juga menjadi Old Firm pertama musim ini, dan digelar dalam suasana yang berbeda karena suporter tim tamu tidak diizinkan hadir.

Rincian Laga: Tiga Gol yang Membawa Rangers Kalahkan Celtic

Sejak peluit awal dibunyikan, Rangers tampil dengan intensitas yang sulit diimbangi Celtic. Beberapa pemain tamu terlihat tertekan oleh besarnya atmosfer pertandingan, termasuk kiper Sam Johnstone yang sempat keliru mengantisipasi dua peluang awal. Meski begitu, Johnstone tak bisa berbuat banyak ketika gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-22.

Gol tersebut berawal dari serangan balik Celtic yang gagal. Rangers langsung membalikkan keadaan lewat bola panjang ke area Celtic, dan Cameron Carter-Vickers tidak mampu menyapu bola dengan sempurna. Kevin Kelsy menyambar bola lepas, memberikannya kepada Dan Neil, dan sang kapten yang direkrut gratis dari Sunderland pada musim panas itu melepaskan tembakan apik tepat di dalam tiang kiri gawang Johnstone.

Setelah unggul, Rangers terus menguasai babak kedua dan gol kedua terasa hanya menunggu waktu. Gol itu pun datang ketika tendangan bebas James Penrice yang tampil impresif diteruskan Ryan Naderi ke tiang jauh, dan Kelsy menyelesaikannya dengan melewati kiper serta mencocor bola ke dalam tiang kiri.

Neil kemudian menutup pertandingan dengan gol keduanya saat laga tersisa sekitar seperempat jam. Ia mengontrol bola lepas di tepi kotak penalti Celtic lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang, memicu kegembiraan besar di Copland Stand. “Saya belum banyak mencetak gol sepanjang karier, jadi bisa pulang membawa dua gol itu luar biasa,” ujar Neil.

Latar Belakang: Old Firm Tanpa Kehadiran Suporter Tim Tamu

Pertandingan Old Firm kali ini berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu. Larangan tersebut merupakan buntut dari invasi lapangan yang terjadi setelah laga Piala Skotlandia pada Maret lalu. Karena itu, atmosfer di Ibrox dipastikan berat sebelah, meski mungkin tidak sepanas biasanya.

Sebelum laga, penjualan bendera Graeme Souness dan permen rebus berlangsung ramai. Di dalam stadion, kelompok ultras Union Bears menampilkan tifo yang menggambarkan momen ketika Ian Ferguson dari Rangers mencengkeram kerah Mike Galloway dari Celtic dalam sebuah bentrokan pada 1993. Banner yang terbilang jarang dipakai itu sukses menyiapkan suasana untuk pertandingan yang berlangsung setelahnya.

McInnes mengaku sangat senang dengan penampilan timnya. “Saya sangat gembira. Penampilan yang kami tunjukkan hari ini adalah yang dibutuhkan untuk mengalahkan tim seperti Celtic,” katanya. “Pertandingan ini menuntut perhatian penuh para pemain, dan saya senang mereka bisa memberikannya. Kami melihat kekuatan klub hari ini, dan tidak ada ruginya bagi para pemain memahami arti laga ini bagi begitu banyak orang.”

Analisis: Identitas Baru Rangers dan Masalah Celtic

Kemenangan ini memperlihatkan identitas yang mulai tumbuh di skuad McInnes. Timnya tampil dengan komitmen fisik yang tak kenal kompromi dan berlari tanpa henti sepanjang pertandingan. Kualitas permainan mungkin masih belum konsisten, tetapi kesungguhan itulah yang membuat 51.212 pendukung tuan rumah bersuara penuh sepanjang laga.

Sebaliknya, Celtic memulai pertandingan dengan ketenangan yang semula tampak seperti kepercayaan diri. Pada akhirnya, sikap itu lebih mencerminkan keraguan. Pasukan Bhoys nyaris tidak bisa menguasai bola sama sekali di babak kedua, dan rekrutan mahal Kasper Høgh tampak kehilangan arah di ujung lini serang sebelum digantikan pada menit ke-65.

O’Neill mengakui timnya kalah mutlak pada laga ini. “Kami benar-benar kalah pada akhirnya, hari ini kami menjadi yang kedua terbaik,” ujarnya. “Harus ada kesadaran betapa besarnya pertandingan ini. Ini masih salah satu laga terbesar di sepak bola Eropa, bahkan dunia. Kami harus menyadari itu dan belajar darinya. Semoga ini menjadi peringatan.”

Konteks Lebih Luas: Semifinal dan Derbi Old Firm Berikutnya

Mungkin sebuah keberuntungan bagi O’Neill bahwa para pendukungnya tidak diizinkan menyaksikan langsung laga ini. Kekalahan telak di kandang rival jelas menjadi pukulan berat bagi ambisi Celtic musim ini. Hasil tersebut juga menuntut pembenahan cepat sebelum pertemuan berikutnya.

Di sisi lain, Rangers sudah menatap babak semifinal melawan Aberdeen. Meski demikian, McInnes masih saja ditanya soal awal musim Rangers yang tersendat setelah laga ini, dan ia melontarkan jawaban klasiknya: “Kenapa kau mengencingi keripikku?”

Setelah hasil ini, McInnes setidaknya bisa memandang ke depan dengan lebih optimistis. Derbi Old Firm kedua sudah menanti akhir pekan ini, kali ini di Celtic Park, dan ia berpeluang membangkitkan kembali semangat Ian Ferguson seperti yang dikenang dalam tifo suporter.

Kemenangan atas Celtic menjadi penanda penting bagi Rangers di bawah asuhan Derek McInnes. Tiga gol, komitmen fisik yang tinggi, serta dukungan penuh 51.212 penonton di Ibrox menegaskan bahwa tim ini mulai menemukan jati dirinya di tengah tekanan awal musim. Sementara itu, Celtic harus segera berbenah jika tidak ingin kembali dipermalukan.

Dengan tempat di semifinal melawan Aberdeen yang sudah di tangan dan derbi Old Firm berikutnya menanti di Celtic Park, Rangers kini punya modal kepercayaan diri yang cukup. Sebaliknya bagi O’Neill dan Celtic, hasil ini adalah alarm yang harus dijawab dengan pembelajaran cepat sebelum pertemuan berikutnya.

Similar Posts