West Ham Kalahkan Portsmouth di Carabao Cup, Sullivan Hadir
West Ham sukses mengalahkan Portsmouth dengan skor 3-1 pada laga Carabao Cup di London Stadium, Sabtu lalu. Hasil ini mengantarkan The Hammers melaju ke putaran kedua, di mana mereka akan kembali bertemu dengan wajah-wajah lama dari Premier League. Namun yang paling banyak menyita perhatian bukan hanya hasil pertandingan, melainkan kehadiran David Sullivan yang tetap nekat menonton langsung dari tribun.
Sullivan, pemegang saham utama sekaligus mantan ketua bersama West Ham, duduk dengan jaket bomber hitam dan tangan terlipat, ditemani pengawal pribadi. Padahal, pengelola London Stadium telah menyarankan agar pria yang namanya tidak lagi tercantum di papan nama klub itu tidak hadir. Di tengah tuduhan serius dan tekanan opini publik yang membebani dirinya, Sullivan justru memilih hadir dan menyaksikan langsung perjuangan timnya.
David Sullivan Nekat Hadir di Tengah Sorotan Publik
Kehadiran Sullivan sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya, tetapi tidak ada aksi protes besar yang menyambutnya di pintu masuk area parkir direktur. Jalan-jalan menuju London Stadium juga tampak sepi, jauh berbeda dari musim lalu ketika demonstrasi rutin digelar untuk menyasar Sullivan dan rekannya, Karren Brady. Bahkan setelah kehadirannya terkonfirmasi, tidak terdengar cemoohan seperti yang mewarnai laga-laga musim lalu.
Sebelum kick-off, layar besar London Stadium menampilkan “countdown to walkout” yang merujuk pada momen masuknya para pemain, bukan aksi suporter meninggalkan stadion sebagai protes. Bagi West Ham musim 2026-27, kebingungan semacam itu bisa dimaklumi mengingat sejarah pemberontakan suporter di stadion ini. Nyanyian khas I’m Forever Blowing Bubbles saat kick-off bahkan mampu menenggelamkan suara Pompey Chimes dari sekitar 9.000 suporter Portsmouth yang datang memberi dukungan. Sementara itu, suporter tim tamu seperti biasa melontarkan kritik terhadap stadion dan kesepakatan yang membawa West Ham menghuni London Stadium.
Sorakan paling keras pada babak pertama justru muncul saat jeda minum di tengah babak, dengan iringan musik dansa 90-an yang terasa janggal. Suhu yang masih menyengat dan sedikit optimisme awal musim disebut telah meredam api kemarahan suporter sejak degradasi.
