Maresca Sebut Manchester City Masih Work in Progress
Enzo Maresca mengakui Manchester City masih sebuah work in progress setelah timnya menang dramatis 2-1 atas Bournemouth di Etihad Stadium pada Minggu. Gol penyeimbang Marc Guéhi pada menit ke-85 dan gol kemenangan Josko Gvardiol pada menit ke-91 membalikkan keadaan setelah Marcus Tavernier membawa Bournemouth unggul lebih dulu di babak pertama. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi manajer anyar City itu, tetapi ia tidak ingin berpuas diri karena performa timnya belum konsisten.
Bagi Maresca, laga ini terasa mirip dengan kekalahan 0-3 dari Arsenal di Community Shield pekan sebelumnya. Ia menganggap timnya masih mencari solusi, terlebih fisik sejumlah pemain inti belum pulih sepenuhnya karena masih menjalani pramusim. Namun, kemenangan tetap penting untuk membangun kepercayaan diri tim di tengah proses adaptasi menuju musim yang panjang.
Kemenangan Perdana yang Penuh Drama di Etihad
Manchester City sebenarnya tampil dominan, tetapi mereka justru tertinggal lebih dulu melalui gol Marcus Tavernier di babak pertama. Bournemouth mampu bertahan dengan disiplin hingga penghujung laga, sampai akhirnya Marc Guéhi menyamakan kedudukan pada menit ke-85. Hanya berselang enam menit kemudian, Josko Gvardiol memastikan tiga poin lewat golnya di menit ke-91.
Sebelum laga, City menampilkan tifo raksasa bergambar Maresca dengan tulisan “Welcome back Enzo” untuk menyambut kembalinya sang pelatih. Momen itu membuat Maresca terharu dan menyebut hari tersebut sebagai hari yang sempurna. “Saya sangat senang melihat spanduk itu saat pertandingan dimulai. Kami memberikan kegembiraan kepada para penggemar di akhir laga. Suasana terasa cukup emosional dan semangat tim luar biasa,” ujar Maresca.
Maresca juga mengakui timnya seharusnya bisa memenangi laga tanpa harus menunggu sampai lima menit terakhir. Ia menyoroti peluang-peluang yang terbuang sebelum akhirnya Bournemouth mencetak gol dan membuat laga berjalan lebih rumit. Meski begitu, hasil akhir tetap menjadi yang utama karena tiga poin sudah berada di tangan anak asuhnya.
Maresca: Manchester City Masih Work in Progress
Sikap Maresca setelah laga cukup jujur. Ia merasa permainan timnya tidak jauh berbeda dengan saat dikalahkan Arsenal di Community Shield. “Saya berada di posisi yang sama seperti setelah laga melawan Arsenal. Normal jika orang menilai dari hasil, tetapi saya tidak melihat perubahan besar. Sayangnya, ini masih sebuah work in progress dan saya sedang mencari solusi,” katanya.
Pelatih asal Italia itu menambahkan bahwa kemenangan tentu membantu proses perkembangannya. Ia juga mengingatkan bahwa dalam Premier League, mustahil sebuah tim tidak kebobolan sama sekali. Gol yang bersarang ke gawang City tercipta dari tembakan pertama Bournemouth, sehingga respons pemainnya setelah kebobolan menjadi hal yang sangat penting.
Selain itu, Maresca menyoroti kesiapan fisik para pemainnya. Menurutnya, Erling Haaland, Elliot Anderson, Marc Guéhi, dan Nico O’Reilly yang bermain sejak awal masih dalam tahap pramusim. Perbedaan kondisi fisik ini cukup terasa, dan ia yakin Manchester City akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Marc Guéhi Dicoba di Posisi Gelandang
Salah satu keputusan menarik Maresca adalah menempatkan Marc Guéhi di posisi gelandang, sebuah peran yang tidak biasa baginya. Keputusan itu bukan tanpa alasan karena Maresca sudah mengenal karakter Guéhi sejak keduanya berada di Crystal Palace. “Saya selalu berpikir dia bisa bermain sebagai gelandang karena dia sangat bagus,” jelas Maresca.
Guéhi sendiri tampil cukup meyakinkan dalam peran barunya tersebut. Maresca menyebut sang pemain sempat berlatih di posisi itu selama beberapa hari dan menunjukkan performa yang baik. Menurut Maresca, kemampuan Guéhi beradaptasi di lini tengah bisa memberinya tambahan opsi untuk masa depan tim.
Marco Rose dan Penampilan Menjanjikan Bournemouth
Di kubu lawan, Marco Rose hampir membawa Bournemouth meraih kemenangan tandang pertama atas Manchester City. Dalam laga debutnya sebagai pelatih Bournemouth, pelatih asal Jerman itu menunjukkan timnya mampu bersaing dengan salah satu kandidat juara. “Kami adalah kompetitor. Kami datang ke sini untuk meraih kemenangan untuk pertama kalinya,” ujarnya.
Rose menilai timnya melakukan banyak hal baik, tetapi masih banyak pula yang perlu diperbaiki. Kekalahan di menit akhir dirasakannya cukup sial mengingat jalannya pertandingan sudah berjalan sesuai rencana. Ia mengidentifikasi dua momen penting, yaitu saat menghadapi tendangan sudut dan saat bertahan dari serangan lawan, yang justru membuat timnya bermain terlalu pasif.
Pelatih Bournemouth itu ingin timnya terus menekan dengan bertahan lebih tinggi. Namun, di Etihad, tekanan seperti itu tidak mudah diterapkan karena lawan memiliki kualitas untuk keluar dari tekanan. “Kami perlu menemukan momen yang tepat untuk menekan, dan sampai akhir pertandingan kami sudah melakukannya dengan baik,” pungkas Rose.
Pekerjaan Rumah yang Menanti Maresca
Kemenangan ini memang mengangkat suasana di kubu City, tetapi Maresca sadar masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia belum menemukan format terbaik, termasuk kemungkinan menjadikan Guéhi sebagai opsi tetap di lini tengah. Selain itu, penyelesaian akhir dan ketenangan dalam mengelola jalannya laga juga menjadi catatan agar tim tidak terus-menerus bergantung pada gol di menit akhir.
Perjalanan Manchester City masih panjang di Premier League musim ini. Dengan persaingan ketat yang ada, Maresca membutuhkan hasil positif untuk mempercepat adaptasi para pemainnya. Jika fisik para pemain inti semakin pulih, bukan tidak mungkin penampilan City akan jauh lebih meyakinkan dibanding laga-laga awal musim ini.
Secara keseluruhan, laga melawan Bournemouth memberi gambaran jujur tentang kondisi Manchester City saat ini: masih jauh dari sempurna, tetapi mampu menunjukkan karakter juara. Maresca menyebut timnya masih work in progress, dan kemenangan dramatis ini bisa menjadi pijakan penting untuk perkembangan selanjutnya. Kini publik menantikan bagaimana City tampil pada pertandingan-pertandingan berikutnya tanpa harus menunggu drama hingga menit akhir.
